Posts filed under: ‘OBAT‘




Antibiotik

Pengolongan antibiotik :

  1. Antibiotika β laktam
  2. Makrolida
  3. Tetrasiklin
  4. Aminoglikosida
  5. Antibiotika polipeptida
  6. Linkosamida
  7. Kloramfenikol
  8. Rifamisin
  9. Antibiotika minor

Antabiotika β laktam

Penggolongan :

  1. Penisilin dan turunannya

Mekanisme kerja → menghambat pembentukan mukopeptida yang diperlukan untuk sintesis dinding sel mikroba.

Jenis-jenis penisilin :

1. Penisilin G

2. Penisilin V

3. Penisilin berspektrum luas

Efek samping :

1. Reaksi alergi

Sering digunakan dalam penggunaan penisilin G, metilsilin dan ampisilin

2. Reaksi toksik dan iritasi lokal

Menimbulkan gejala epilepsi grand mal

3. Perubahan biologi

Jenis penisilin

Penggunaan

Amoksisilin

Penisilin G

Ampisilin

Metilsilin dan nafsilin

Absorpsi di saluran cerna lebih daripada ampisilin.

Stabil terhadap asam lambung

Gangguan pencernaan < ampisilin

Adanya makanan akan menghambat absorpsi yang disebabkan absorpsi penisilin pada makanan

Pada pemberian oral dipengaruhi besarnya dosis dan ada tidaknya makanan dalam saluran cerna.

Menimbulkan neuropati

  1. Golongan sefalosporin

Berdasarkan aktivitas antibakteri in vitro:

    1. Sefalosporin generasi pertama

Contoh : sefalotin → tahan terhadap penisilinase stapilokokus

    1. Sefalosporin generasi kedua

Contoh : sefaksitin → lebih aktif terhadap kuman anaerob

    1. Sefalosporin generasi ketiga

Contoh : sefalotoksin → aktif terhadap kuman gram positif dan gram negatif aerobik

  1. Penghambat βlaktamase dengan kombinasinya

Contoh :

Kombonasi amoksisilin/kalium klavulanat

Kombinasi amoksisilin/kalium klavulanat dapat meningkatkan in vitro terhadap kuman yang sensitif tersebut, tetapi memperluas spektrum aktivitasnya terhadap kuman penghasil βlaktamase.

  1. Golongan tetrasiklin

Mekanisme kerja → menghambat sintesis protein

Keuntungan : efektivitasnya tinggi terhadap infeksi batang gram negatif

Kerugian : absorpsi dihambat oleh adanya makanan, absopsi berbagai jenis ttrasiklin, dihambat dalam derajat tettentu oleh pH tinggi dan jenis pembentukan kelat

Efek samping :

1. Reaksi kepekaan

2. Reaksi toksik dan iritatif

  1. Golongan kloramfenikol

Mekanisme kerja → menghambat sintesis protein

Keuntungan : pada pemberian oral dapat diserap dengan cepat

Efek samping :

1. Reaksi alergi

2. Reaksi saluran cerna

3. reaksi neurologik

  1. Golongan aminoglikosida

Sukar diabsorsi di saluran cerna.

Efek samping :

1. Reaksi alergi

2. Reaksi toksik dan iritasi

3. Perubahan biologik

  1. Golongan makrolida

Mekanisme kerja :

Ikatan reversibel ribosom sub unit 50 S → inhibisi sintesis protein RNA dependen dengan cara memblok tranlokasi peptidil t RNA dari akseptor site ke donor site

Add a comment Desember 19, 2008

antasida

Antasid adalah obat yang berfungsi menetralkan asam lambung sehingga berguna untuk menghilangkan nyeri tukak lambung. Antasid bekerja dengan meningkatkan pH lambung sehingga menurunkan aktivitas pepsin. Antasid dibagi menjadi 2 golongan, yaitu:

  1. Antasid sistemik

Diabsorpsi dalam usus halus sehingga menyebabkan urin bersifat alkalis. Pada pasien kelainan ginjal dapat menyebabkan alkalosis metabolik.

Contoh :

Natrium bikarbonat

Kelebihan : Cepat menetralkan HCl lambung karena daya larutnya tinggi

Kekurangan : Menyebabkan alkalosis metabolik, retensi natrium, dan udem

  1. Antasid non sistemik

Tidak diabsorpsi di usus sehingga tidak menyebabkan alkalosis metabolic

Contoh :

a. Aluminium hidroksida Al(OH)3

Kelebihan : masa kerja panjang

Kekurangan : daya menetralkan asam lambung lambat, konstipasi

b. Kalsium karbonat CaCO3

Kelebihan : mula kerja cepat, masa kerja lama, daya menetralkan asam tinggi

Kekurangan : menyebabkan konstipasi, mual, muntah, pendarahan saluran cerna, gangguan fungsi ginjal

c. Magnesium hidroksida Mg(OH)2

Kelebihan : masa kerja lama

Kekurangan : kurang baik untuk pasien dengan gangguan fungsi ginjal, alkaliurea

Obat Penghambat Sekresi Asam Lambung

  1. Antagonis reseptor H2

Contoh : Simetidin

Kelebihan : Efek samping ringan

Kekurangan : Waktu paruh singkat

  1. Omeprazol

Kelebihan : Dapat menekan produksi asam lambung lebih antagonis H2

Kekurangan : Bioavailabilitasnya baik hanya pada sediaan tablet

  1. Sulkralfat

Kelebihan : Keefektifannya sama simetidin

Kekurangan : Dapat mengganggu absorpsi tetrasiklin, warfarin, fenitoin, dan digoksin

4. Misoprostol

Kelebihan : Efektif untuk menyembuhkan tukak lambung, efek samping ringan

Obat Antiflatulen

1. Simetikon

Merupakan polimer dari silikon, berfungsi untuk mengeluarkan gas dari dalam perut.

Dari uraian ini maka dipilih bahan aktif aluminium hidroksida dan magnesium hidroksida sebagai antasid dengan efek non-sistemik dengan masa kerja panjang. Kombinasi ini diharapkan mengurangi efek samping dari aluminium hodroksida yang menyebabkan konstipasi, sedangkan magnesium hidroksida bersifat laksatif. Karena antasid bersifat menetralkan asam lambung, hasil dari reaksi dengan asam lambung menghasilkan gas CO2 yang bila tidak dikeluarkan akan memberikan perasaan kembung pada perut. Oleh karena itu antasid ini dikombiansi dengan antiflatulen yaitu simetikon.

Bahan Aktif

Khasiat

Efek Samping

Aluminium hidroksida

Menetralkan asam lambung

Konstipasi

Magnesium hidroksida

Menetralkan asam lambung

Diare

Simetikon

Antiflatulen

Karakteristik Bahan :

  1. Aluminium hidroksida Al(OH)3

Pemerian : Serbuk amorf dengan beberapa agregat, putih, tidak berasa, tidak berbau

Kelarutan : Praktis tidak larut dalam air dan alcohol, larut dalam asam mineral dan larutan alkali, suspensi dalam air mempunyai pH tidak lebih dari 10

Dosis : 500 – 1000 mg sekali pakai

  1. Magnesium hidroksida Mg(OH)2

Pemerian : Serbuk putih, tidak berasa, mengabsorbsi CO2 secara perlahan dari udara

Kelarutan : Praktis tidak larut dalam air, alkohol, kloroform, dan eter, larut dalam asam encer

Dosis : 500 – 700 mg sekali pakai

  1. Simetikon

Pemerian : Cairan kental, tidak berwarna, jernih

Kelarutan : Praktis tidak larut dalam etanol 95% dan air dalam fase likuid, larut dalam benzena, kloroform, dan eter

pH : 4,4 – 4,6

Dosis : 125 – 250 mg sekali pakai

  1. Gom Arab (PGA)

Pemerian : Serbuk putih kekuningan

Fungsi : Emulsifying agent, stabilizing agent, suspending agent, viscosity increasing agent

Kelarutan : Larut dalam 20 bagian gliserin

Larut dalam 20 bagian propilen glikol

Larut dalam 2,7 bagian air

Praktis tidak larut dalam etanol

Konsentrasi : 5 – 10 %

  1. Natrium siklamat

Pemerian : Serbuk hablur, berwarna putih

Fungsi : Sweetening agent

Kelarutan : Larut dalam 250 bagian etanol

Larut dalam 25 bagian propilen glikol

Larut dalam 5 bagian air

Larut dalam 2 bagian air pada 45oC

Praktis tidak larut dalam benzena, kloroform, eter

Konsentrasi : 0,17 – 0,5 %

pH : 5,5 – 7,5

  1. Glukose

Pemerian : Serbuk halus, putih, rasa manis

Fungsi : Sweetening agent

Kelarutan : Sangat larut dalam air, larut sebagian dalam etanol 95%

Konsentrasi : 20 – 60 %

pH : 4 – 6

  1. Metil paraben / Nipagin

Pemerian : Hablur kecil, tidak berwarna, atau serbuk hablur putih, tiak berbau, atau berbau khas lemah; sedikit rasa terbakar

Fungsi : Antimikrobial agent

Kelarutan : Larut dalam 2 bagian etanol

Larut dalam 3 bagian etanol 95 %

Larut dalam 6 bagian etanol 50 %

Larut dalam 10 bagian eter

Larut dalam 60 bagian gliserin

Larut dalam 200 bagian minyak kacang

Larut dalam 5 bagian propilen glikol

Larut dalam 400 bagian air

Larut dalam 50 bagian air pada 50oC

Larut dalam 30 bagian air pada 80oC

Praktis tidak larut dalam minyak-minyak mineral

Konsentrasi : 0,015 – 0,2 %

  1. Carboxymethylcellulosum Natricum (CMC Na)

Pemerian : Serbuk, warna putih sampai krem, higroskopis

Fungsi : Suspending agent, stabilizing agent, viscosity increasing agent, water absorbing agent

Kelarutan : Praktis tidak larut dalam aseton, etanol, eter dan toluene

Konsentrasi : 0,1 – 1 %

pH : 6 – 10

Perhitungan Dosis

4 - 8 tahun : 287,5 – 460 mg

8 – 12 tahun : 460 - 650 mg

>12 tahun : 650 mg

Pemakaian : 3 – 4 kali sehari

Tiap 1 sendok takar (5 ml) mengandung :

Aluminium hidroksida 200 mg

Magnesium hidroksida 200 mg

Simetikon 50 mg

Pemakaian untuk anak-anak :

4 – 8 tahun : ½ sendok takar

8 – 12 tahun : 1 sendok takar

> 12 tahun : 1½ sendok takar

Kemasan terkecil 60 ml

Persyaratan bentuk sediaan : suspensi

1. bentuk sediaan

2. kadar bahan aktif

3. pH sediaan

4. warna

5. bau

6. rasa

suspensi

450 mg/5 ml

9 – 10

putih

mint

manis

Formula terpilih

Bahan

Al(OH)3

Mg(OH)2

Simetikon

PGA

Siklamat

Glukose

CMC Na

Nipagin

Ol. Menta

Aqua

Fungsi

Bahan Aktif

Bahan Aktif

Bahan Aktif

Emulgator
Pemanis

Pemanis

Pensuspensi

Pengawet

Flavor

Pelarut

Takaran

500mg – 1 g 1X

500-750 mg 1X

125-250 mg 1X

5 – 10 %

0,17 – 0,5 %

20 – 60 %

0,1 – 1 %

0,015 – 0,2 %

-

-

Yang dipakai

200 mg/5 ml

200 mg/5 ml

50 mg/5 ml

5 %

0,2 %

20 %

0,5 %

0,1 %

1 tetes

ad 60 ml.

RANCANG EVALUSI

beberapa uji yang dilakukan pada sediaan :

  1. viskositas

alat yang digunakan untuk uji viskositas adalah viskosimeter Oswald, langkah karjanya adalah :

    1. bersihkan viskosimeter
    2. masukkan cairan kedalam tabung A sampai tanda batas
    3. hisap cairan melalui tabung B
    4. alirkan cairan mulai tanda batas x sampai y
    5. catat wktu alir cairan
    6. hitung viskositas cairan dengan hukum poise

sebelum melakukan uji viskositas cairan uji, lebih dahulu tentukan viskositas air.

  1. uji keasaman ( pH )
    1. ambil beberapa mL sediaan sirup amoxicillin
    2. masukkan dalam beker glass
    3. tes pH dengan pH meter :

- jika pH terlalu asam tambahkan basa dengan pH normal

- jika pH terlalu basa tambahkan asam dengan pH normal

  1. uji bobot
    1. timbang 1 mL sediaan
    2. tentukan bobot per mL sediaan
  2. uji kecepatan pengendapan
    1. volume sedimentasi

dengan mengukur perbandingan antara volume sedimentasi dengan volume total :

f = Vsedimen / Vtotal

    1. derajat flokulasi

terjadi bila pada sitim suspensi mengandung flokulasi dan deflokulasi

β = ( Vsedimen ) flokulasi / (Vsedimen) deflokulasi

  1. uji ukuran partikel dengan metode mikromeritika

sampel dibuat dalam sediaan suspensi atau emulsi, diencerkan atau tidak diencerkan, ditempatkan pada objek glass, dan diamati dibawah mikroskop, lalu diamati distribusi partikelnya

Add a comment Desember 19, 2008

Uji Kapsul

Tes derajat kehalusan kapsul keras

Kapsul keras kosong ditempatkan pada sisi samping,sebuah penghisap dengan diameter 3,5 mm ditekan lagi kapsul sampai konstan pada kecepatan 5 mm/min, dan kekuatan maksimum sampai diameter kapsul separuh dari pengukuran

Tes Penampakan Kapsul Keras


Kapsul keras diisi dengan bermacam-macam bahan tambahan yang disimpan selama 5 hari disegel dengan rapat pada suhu 60° C atau untuk 7 hari pada temperature ruangan dan selanjutnya bentuk kapsul diverifikasi dengan cara visual.

Tes Disolusi Kapsul Keras


Kapsul kosong dipisahkan dari bagian penutup dan tubuh kapsul, satu bagian kapsul yang keras ditambahkan dengan 50 ml air pada 37±2° C. Kadang-kadang endapan dibawa keluar, dan waktu pengambilan kapsul keras untuk menyempurnakan pengukuran kelarutan.

Tes Disintegrasi Kapsul Keras

Pengukuran waktu disintegrasi kapsul keras sesuai dengan metode test disintegrasi Japanese Pharmacopoeia ( JP )13th edition. Kira-kira 1000 ml air ( JP ), cairan pertama ( pH 1,2) dan cairan kedua(p H 6,8), sebuah kapsul dengan penutup dan tubuh kapsul digabung bersama dalam rangkaian mesin test disintegrasi mengikuti metode normal dan lempengan ditempatkan pada posisi atas dan waktu yang dibutuhkan untuk disintegrasi diukur.

Tes Kekerasan Kapsul Keras


Kekuatan dari kapsul keras kosong diukur menggunakan alat dibawah ini. Kerusakan kapsul keras diukur dengan jalan ketika berat 50 gram dijatuhkan secara vertical sampai kapsul kosong dari ketinggian 10 cm.



Test Resistan Tekanan kapsul Keras

Resisten kapsul diukur. Keruasakan kapsul keras diukur dengan ketika kapsul keras ditekan kekuatan 5 kilogram

Add a comment Desember 19, 2008

Kapsul

Kapsul adalah sediaan padat yang terdiri dari obat dalam cangkang keras atau lunak. Cangkang umumnya terbuat dari gelatin, tetapi dapat juga terbuat dari pati atau bahan lain yang sesuai. Ukuran cangkang kapsul keras bervariasi dari nomor paling kecil (5) sampai nomor paling besar (000), kecuali ukuran cangkang untuk hewan. Umumnya ukuran nomor 00 adalah ukuran terbesar yang dapat diberikan kepada pasien. Ada juga kapsul gelatin keras ukuran 0 dengan bentuk memanjang (dikenal sebagai ukuran OE), yang memberikan kapasitas isi lebih besar tanpa peningkatan diameter. Kapsul gelatin keras terdiri atas dua bagian, bagian tuutp dan induk. Umumnya ada lekuk khas pada bagian tutup dan induk, untuk memberikan penutupan yang baik bila bagian induk dan tutup cangkangnya dilekatkan sepenuhnya, yang mencegah terbukanya cangkang kapsul yang telah diisi, selama transportasi dan penanganan. Penutupan sempurna juga dapat dicapai dengan penggabungan bagian tutup dan induk dengan cara pemanasan langsung atau penggunaan energi ultrasonik.

Kapsul gelatin keras yang diisi di pabrik dapat ditutup secara sempurna dengan cara dilekatkan, suatu prose dimana pelapisan gelatin dioleskan satu kali atau lebih diseluruh bagian perlekatan bagian tutup dan induk atau dengan proses pelekatan dengan menggunakan cairan, yaitu kapsul yang telah diisi dibasahi dengan campuran air-alhkohol yang akan merembes ke dalam rongga bagian kapsul tutup dan induk yang saling tumpang tindih, kemudian dikeringkan. Kapsul cangkang keras yang terbuat dari pati terdiri atas bagian tutup dan induk. Karena kedua bagian tersebut tidak melekat dengan baik, maka bagian-bagian tersebut tidak melekat denagn baik, maka bagian-bagian tersebut dilekatkan menjadi satu pada saat pengisian, untuk menghindari pemisahan.

Pelekatan kapsul gelatin cangkang keras dengan cairan atau pelekatan dengan cairan pada kapsul pati cangkang keras meningkatkan keamanan karena kapsul sukar dibuka tanpa kerusakan nyata dan eningkatkan stabilitas isi kapsul dengan membatsi masuknya oksige. Kapsul bercangkang keras yang diisi di pabrik sering mempunyai warna dan bentuk bebeda atau diberi tanda untun mengetahui identitas pabrik. Pada kapsul seperti ini dapat dicantumkan jumlah zat aktif, kode produk dan lain-lain yang dicetak secara aksial atau radial.

Kapsul gelatin keras dibuat melalui suatu proses dengan cara mencelup pin ke dalam larutan gelatin, kemudian lapisan gelati dikeringkan, dirapikan dan dilepaskan dari pin tersebut, kemudian bagian induk dan tutup dilekatkan. Kapsul pati dibuat dengan mencetak campuran pati dan air, kemudian kapsul dikeringkan. Gunakan cetakan terpisah untuk bagian tutup dan induk kapsul dan kedua bagian ini dibuat secara terpisah. Kapsul kosong disimpan dalam wadah tertutup rapat sampai kapsul diisi. Karena gelatin bersal dari hewan dan pati berasal dari tanaman, maka kpasul ini sebaiknya terlindung dari pencemaran yang potensial atau kontaminasi mikroba.

Kapsul cangkang keras biasanya diisi dengan serbuk, butiran atu granul. Butiran gula inert dapat dilapisi dengan komposisi bahan aktif dan penyalut yang memberikan profil lepas lambat atau bersifat enterik.

Kapsul cangkang lunak yang dibuat dari gelatin atau bahan lain yang sesuai membutuhkan metode skala besar. Cangkang gelatin lunak sedikit lebih tebal dibanding kapsul cangkang keras dan dapat diplastisasi dengan penambahan senyawa poliol seperti sorbital atau gliserin. Perbandingan bahan plastisasi kering terhadap gelatin kering menentukan kekerasan cangkang dan dapat diubah untuk penyesuaian dengan kondisi lingkungan dan juga sifat isi kapsul. Seperti cangkang keras, komposisi cangkang dapat mengandung pigmen atau pewarna yang diizinkan, bahan opak seperti titanium dioksida dan pengawet. Bahan pengharum dapat ditambahkan, selain sukrosa hingga 5% dapat dimasukkan sebagai pemanis dan untuk menghasilakn cangkang yang dapat dikunyah.

Add a comment Desember 19, 2008

Tinjauan tentang Ekstrak Diapet

  1. Psidii Folium

Deskripsi Tanaman

Nama latin : Psidium guajava, Linn.

Nama Lokal : Psidium guajava (Inggris/Belanda), Jambu Biji (Indonesia); Jambu klutuk, Bayawas, tetokal, Tokal (Jawa); Jambu klutuk, Jambu Batu (Sunda), Jambu bender (Madura)

Famili : Myrtaceae

Jambu Biji (Psidium guajava) tersebar meluas sampai ke Asia Tenggara termasuk Indonesia, sampai Asia Selatan, India dan Srilangka. Jambu biji termasuk tanaman perdu dan memiliki banyak cabang dan ranting; batang pohonnya keras. Permukaan kulit luar pohon jambu biji berwarna coklat dan licin. Apabila kulit kayu jambu biji tersebut dikelupas, akan terlihat permukaan batang kayunya basah. Bentuk daunnya umumnya bercorak bulat telur dengan ukuran yang agak besar. Bunganya kecil-kecil berwarna putih dan muncul dari balik ketiak daun. Tanaman ini dapat tumbuh subur di daerah dataran rendah sampai pada ketinggian 1200 meter diatas permukaan laut. Pada umur 2-3 tahun jambu biji sudah mulai berbuah. Bijinya banyak dan terdapat pada daging buahnya.

Selama ini orang hanya mengenal jambu biji sebagai buah untuk dikonsumsi sebagai sumber vitamin C. Namun belum banyak yang mengetahui bahwa selain sebagai sumber vitamin C, jambu biji juga merupakan obat cukup ampuh untuk mengatasi berbagai penyakit seperti diabetes melitus, demam berdarah, dan diare.

Buah jambu biji biasa dikonsumsi langsung dalam keadaan setengah matang yaitu kulit buah berwarna hijau dan dagingnya berwarna putih dan rasanya manis seperti apel, atau bisa juga dikonsumsi dalam keadaan sangat matang yaitu kulit buah berwarna kekuningan dan dagingnya berwarna putih sampai merah cerah. Selain buahnya, bagian dari tanaman ini yang sering digunakan sebagai obat yaitu daunnya. Daun jambu biji biasa digunakan sebagai minuman seperti halnya teh.

  1. Komposisi Kimia

Daun Jambu Biji

Daun jambu biji mengandung total minyak 6% dan minyak atsiri 0,365%, 3,15% resin, 8,5% tannin, dan lain-lain. Komposisi utama minyak atsiri yaitu ±-pinene, ²-pinene limonene, menthol, terpenyl acetate, isopropyl alcohol, longicyclene, caryophyllene, ²- bisabolene, caryophyllene oxide, ²- copanene, farnesene, humulene, selinene, cardinene and curcumene. Minyak atsiri dari daun jambu biji juga mengandung nerolidiol, ²-sitosterol, ursolic, crategolic, dan guayavolic acids.

Daun jambu biji juga mengandung zat lain kecuali tanin, seperti minyak atsiri, asam ursolat, asam psidiolat, asam kratogolat, asam oleanolat, asam guajaverin dan vitamin. Kandungan buah jambu biji (100 gr) – Kalori 49 kal – Vitamin A 25 SI – Vitamin B1 0,02 mg – Vitamin C 87 mg – Kalsium 14 mg – Hidrat Arang 12,2 gram – Fosfor 28 mg – Besi 1,1 mg – Protein 0,9 mg – Lemak 0,3 gram – Air 86 gram

Mengobati diare

Bagian dari jambu biji yang digunakan untuk mengobati diare pada umumnya adalah bagian daun. Daun jambu biji mengandung tannin dan zat lain seperti minyak atsiri, asam ursolat, asam psidiolat, asam kratogolat, asam oleanolat, asam guajaverin dan vitamin. Vieira; dkk. (2001) melalui penelitiannya telah membuktikan bahwa ekstrak daun jambu biji dalam etanol, aseton, danair dapat menghambat pertumbuhan bakteri penyebab diare yaitu Staphylococcus

aureus dan E. Coli.

Kandungan Kimia

Buah, daun dan kulit batang pohon jambu biji mengandung tanin, sedang pada bunganya tidak banyak mengandung tanin.

  1. CURCUMAE DOMESTICA RHIZOMAE

Deskripsi Tanaman

Divisio : Spermatophyta

Sub-diviso : Angiospermae

Kelas : Monocotyledoneae

Ordo : Zingiberales

Famili : Zungiberaceae

Genus : Curcuma

Species : Curcuma domestica Val.

Tanaman kunyit tumbuh bercabang dengan tinggi 40-100 cm. Batang merupakan batang semu, tegak, bulat, membentuk rimpang dengan warna hijau kekuningan dan tersusun dari pelepah daun (agak lunak). Daun tunggal, bentuk bulat telur (lanset) memanjang hingga 10-40 cm, lebar 8-12,5 cm dan pertulangan menyirip dengan warna hijau pucat. Berbunga majemuk yang berambut dan bersisik dari pucuk batang semu, panjang 10-15 cm dengan mahkota sekitar 3 cm dan lebar 1,5 cm, berwarna putih/kekuningan. Ujung dan pangkal daun runcing, tepi daun yang rata. Kulit luar rimpang berwarna jingga kecoklatan, daging buah merah jingga kekuning-kuningan.

Jenis Tanaman

Jenis Curcuma domestica Val, C. domestica Rumph, C. longa Auct, u C. longa Linn, Amomum curcuma Murs. Ini merupakan jenis kunyit yang paling terkenal dari jenis kunyit lainnya.

Manfaat Tanaman

Di daerah Jawa, kunyit banyak digunakan sebagai ramuan jamu karena berkhasiat menyejukkan, membersihkan, mengeringkan, menghilangkan gatal, dan menyembuhkan kesemutan. Manfaat utama tanaman kunyit, yaitu: sebagai bahan obat tradisional, bahan baku industri jamu dan kosmetik, bahan bumbu masak, peternakan dll. Disamping itu rimpang tanaman kunyit itu juga bermanfaat sebagai anti inflamasi, anti oksidan, anti mikroba, pencegah kanker, anti tumor, dan menurunkan kadar lemak darah dan kolesterol, serta sebagai pembersih darah.

  1. COICIS SEMEN

Deskripsi Tanaman

Nama farmasetik : Semen Coicis

Nama umum : biji Coix, biji job’s tears.

Bagian yang digunakan : biji, diperoleh dengan mengumpulkan buah yang keras pada musim gugur.

Rasa : manis atau tak berasa dan sensasi dingin.

Sasaran : limfa, perut, paru-paru.

Dosis : 10-30 g

Deskripsi : bentuk bulat atau elips panjang, panjang 4-8 mm, lebar 3-6 mm. Bagian luara berwarna putih, lembut, dengan testa berwarna kuning coklat. Permukaan dorsal : bergelombang. Permukaan ventral : luas dengan alur longitudinal yang dalam tekstur keras, putih, mengandung amilum, berbau, sedikit berasa manis.

Aksi : untuk pengobatan dieresis, arthritis, diare, menurunkan panas dan membantu pengeringan nanah.

Indikasi : edema, diguria, arthritis, diare dengan menurunkan fungsi limfa, abses paru-paru dan usus buntu.

1. Menginduksi diuresis dan mengurangi rasa pahit pada pengobatan susah buang air kecil, edema, beri-beri. Obat dapat digunakan dengan radix stephamiae tetrandrae, rhizome atractylodis dan semen pruni.

2. Mengurang rasa sakit pada terapi antralgia dimaksudkan untuk menurunkan demam, sering digunakan bersama rhizome atractilodis, caulis loniterae, cortex phellodendri.

3. Menghilangkan nanah pada terapi abses pada pengobatan abses paru-paru dan periapendikular.

4. Pengobatan diare ditujukan untuk mengurangi rasa sakit sebagai akibat dari defisiensi dari limfa

  1. CHEBULAE FRUCTUS

Sifat – sifat : pahit, asam dan sedikit berasa, netral secara alami, tropistic terhadap paru-paru terbuka dan saluran usus besar, menjadi asam dan astringent. Buah yang tidak diproses menurunkan dengan tidak normal dan menaikkan Qi dan membebaskan sore-throat dan parau, melayani untuk perlakukan Qi batuk kronis dalam kaitan dengan kekurangan paru-paru/tempat terbuka atau batuk dengan parau dalam kaitannya dengan lung-heat. juga mempunyai tindakan di penyerap usus untuk stop diare dan turunnya kandungan dubur.

Efek : memperkecil paru yang terbuka untuk menyembuhkan batuk, menghentikan diare, menurunkan panas dan melegakan kerongkongan.

Indikasi :

1. Pengobatan batuk dengan mengurangi pori pada paru-paru. Sering digunakan bersama herbal yang mengobati batuk seperti Radix Codononsis Pilosulae, Radix Astragali seu Hedysari, Radix Ophiopogonis, Fructus Schisandrae, Semen Armeniacae Amarum, dll.

2. Diare yang kronis dan disentri untuk tipe penurunan limpa dan ginjal. Sering digunakan dengan herba Radix Codonpsis Pilosulae, Rhizoma Atractylodis Macrocephalae, Cortex Cinnamomi. Untuk diare kronik digunakan bersama herbal seperti Radix Aucklandiae, Rhizoma Coptidis, dll.

Dosis dan aturan : untuk memperkecil paru, 3-10 g dari herba tidak terstandart, dan untuk menyerap isi perut.

  1. GRANATI PERICARPIUM

Deskripsi Tanaman

Divisi : Spermatophyta
Sub divisi : Dicotyledonae
Bangsa : Myrtales
Suku : Punicaceae
Marga : Punica
Jenis : Punica granatum L.
Nama umum : Delima

Nama Daerah

Sumatera : Glima (Aceh) Glimau mekah (Gayo) Dalimo (Batak), Jawa : delima (Melayu) Dlima (Jawa Tengah) Dhalima (Madura) Nusa Tenggara : Jeliman (Sasak) Talima (Bima) Dila daelak (Roti) Lekokase (Timor)

Deskripsi :

Habitus : Perdu atau pohon kecil, tinggi 2-5 m.

Batang : Berkayu. bulat, bercabang banyak, berduri pada ketiak daunnya, masih muda coklat setelah tua hijau kotor.

Daun :Tunggal, bertangkai pendek, letaknya berkelompok. Bentuklanset, tepi rata, ujung runcing, pangkal tumpul, panjang 1-8 cm, lebar 5-15 mm,pertulangan menyirip, permukaan mengkilat, hijau.

Bunga : Tunggal, di ujung cabang atau di ketiak daun yang paling atas, tangkai pendek. Biasanya terdapat 1 – 5 bunga, kelopak berlekatan, merah atau kuning pucat, mahkota membulat, tangkai sari melengkung. kuning, putik putih, merah atau kuning. Berbunga sepanjang tahun.

Buah : Buni, butat, diameter 5-12 cm, warna kulitnya seragam seperti hijau keunguan, putih, coklat kemerahan, atau ungu kehitaman. Kadang terdapat bercak-bercak yang agak menonjol berwarna lebih tua. Dikenal 3 macam delima yaitu delima putih, delima merah, dan delima ungu.

Biji : Bijinya banyak, bulat, keras, kecil, tersusun tidak beraturan, warnanya merah, merah jambu, atau putih.

Akar : Tunggang, kuning kecoklatan.

Habitat : berasal dari Timur Tengah, tersebar di daerah sub tropik sampai tropik, dari dataran rendah sampai di bawah 1.000 m dpl. Tanaman ini menyukai tanah gembur yang tidak terendam air, dengan air tanah yang tidak dalam.

Khasiat Delima ( Punica granatum L)

Untuk kesehatan sudah dikenal sejak dulu. Menurut American Journal of Clinical Nutrition (2003) seseorang yang minum 200ml/hari selama satu minggu berturut-turut bakal meningkatkan aktivitas antioksidan sekitar sembilan persen. Zat ini sangat bermanfaat untuk mencegah dan mengobati berbagai jenis penyakit kanker. Majalah Time edisi Desember 2003 pun pernah mengupas habis khasiat biji delima. Dalam 100 gr biji buah delima terkandung 259 mg kalium, 63 kal energi metabolis dan 30 mg VitaminC. Disebutkan pula kalau buah ini memiliki kandungan Flavonoid yang cukup tinggi. Flavonoid merupakan jenis antioksidan kuat, yang amat berperan dalam menurunkan radikal bebas, sehingga bisa memberi perlindungan terhadap penyakit jantung dan kanker kulit. Khasiat sari buah delima selain mengobati penyakit kanker juga untuk mengobati penyakit cacing dan diare (kulit akar dan kulit batangnya mengandung alkaloid peliterin). Kulit akar, kulit batang, kulit buah mengandung zat penyamak tanin yang berkhasiat mengecikan pori-pori, antiseptik, dan hemostatik (keputihan). Kadar tanin tertinggi terdapat pada kulit akar ( 28 %), sedangkan kulit buah ( 26 % ).

Add a comment Desember 19, 2008

Diare

Diare adalah sebuah penyakit di mana penderita mengalami buang air besar yang sering dan masih memiliki kandungan air berlebihan. Gangguan saluran pencernaan (usus) yang ditandai dengan bertambahnya frekuensi defekasi Iebih dan biasanya (berulang-ulang), disertai adanya perubahan bentuk dan konsistensi dan feses menjadi lembek atau cair.

Di dunia ke-3, diare adalah penyebab kematian paling umum kematian balita, membunuh lebih dari 1,5 juta orang per tahun.Kondisi ini dapat merupakan gejala dari luka, penyakit, alergi (fructose, lactose), penyakit dari makanan atau kelebihan vitamin C dan biasanya disertai sakit perut, dan seringkali enek dan muntah. Ada beberapa kondisi lain yang melibatkan tapi tidak semua gejala diare, dan definisi resmi medis dari diare adalah defekasi yang melebihi 200 gram per hari. Hal ini terjadi ketika cairan yang tidak mencukupi diserap oleh “colon”. Sebagai bagian dari proses digestasi, atau karena masukan cairan, makanan tercampur dengan sejumlah besar air. Oleh karena itu makanan yang dicerna terdiri dari cairan sebelum mencapai colon. Colon menyerap air, meninggalkan material yang lain sebagai kotoran yang setengah padat. Bila colon rusak atau “inflame”, penyerapan tidak terjadi dan hasilnya adalah kotoran yang berair.

Diare kebanyakan disebabkan oleh beberapa infeksi seperti infeksi virus tetapi juga seringkali akibat dari racun bakteria, infeksi dari berbagai bakteri yang disebabkan oleh kontaminasi makanan maupun air minum. Diare juga dapat disebabkan oleh faktor alergi terhadap makanan yang mengandung susu seperti susu dan laktosa, serta mengkonsumsi alkohol yang berlebihan, terutama dalam seseorang yang tidak cukup makan.Dalam kondisi hidup yang bersih dan dengan makanan mencukupi dan air tersedia, pasien yang sehat biasanya sembuh dari infeksi virus umum dalam beberapa hari dan paling lama satu minggu. Namun untuk individu yang sakit atau kurang gizi, diare dapat menyebabkan dehidrasi yang parah dan dapat mengancam-jiwa bila tanpa perawatan.Diare juga dapat merupakan gejala dari penyakit yang lebih serius, seperti disentri, kolera, atau botulisme dan dapat juga merupakan tanda dari sindrom kronis seperti penyakit Crohn.

Pencegahan diare dapat dilakukan dengan mencuci tangan dengan sabun secara benar pada lima waktu penting yaitu sebelum makan, setelah buang air besar, sebelum memegang bayi, setelah menceboki anak dan sebelum menyiapkan makanan; meminum air minum sehat atau meminum air yang sudah diolah dengan cara merebus menggunakan pemanasan atau proses klorinasi; pengelolaan sampah yang baik supaya makanan tidak tercemar serangga; membuang air besar dan air kecil pada tempatny,sebaiknya menggunakan jamban tangki aseptik.

Di Indonesia penyakit diare (mencret) masih merupakan masalah di bidang kesehatan terutama di daerah pedesaan. Angka kematian yang disebabkan oleh diare mengalami penurunan dari 12,4% (1986) menjadi 7,5% (1992), dan urutan penyebab kematian karena infeksi menduduki urutan ke-3 setelah penyakit tu-berkulosis dan infeksi saluran nafas.

Pengobatan diare lazimnya secara garis besar dibagi menjadi dua, yaitu; pengobatan simtomatik dan kausatif. Pada pengobatan simtomatik daya kerja obat adalah mengurangi peristaltik langsung ke usus atau memproteksi, menciutkan lapisan permukaan usus (astringensia), dan zat-zat yang dapat menyerap racun yang dihasilkan bakteri (adsorben), sedangkan secara kausatif, bakteri dimatikan dengan zat antibakteri.

Di Indonesia banyak tanaman obat ( obat herbal ) yang sering digunakan oleh masyarakat terutama di pedesaan untuk mengobati diare. Tanaman obat yang digunakan bisa dalam bentuk jamu, obat herbal terstandar ataupun fitofarmaka. Jamu merupakan bahan atau ramuan bahan yang berupa bahan tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sediaan sarian (galenik) atau campuran dari bahan tersebut yang secara turun temurun telah digunakan untuk pengobatan berdasarkan pengalaman.
Obat herbal terstandar adalah obat tradisional yang disajikan dari ekstrak atau penyarian bahan alam yang dapat berupa tanaman obat, binatang, maupun mineral. Untuk melaksanakan proses ini membutuhkan peralatan yang lebih kompleks dan berharga mahal, ditambah dengan tenaga kerja yang mendukung dengan pengetahuan maupun keterampilan pembuatan ekstrak. Selain proses produksi dengan tehnologi maju, jenis ini pada umumnya telah ditunjang dengan pembuktian ilmiah berupa penelitian-penelitian pre-klinik seperti standart kandungan bahan berkhasiat, standart pembuatan ekstrak tanaman obat, standart pembuatan obat tradisional yang higienis, dan uji toksisitas akut maupun kronis. Sedangkan fitofarmaka adalah adalah sediaan obat bahan alam yang telah dibuktikan keamanan dan khasiatnya secara ilmiah dengan uji pra klinik dan uji klinik, bahan baku dan produk jadinya telah distandardisasi. Fitofarmaka harus memenuhi kriteria sebagai berikut :

Ø Aman sesuai dengan yang dipersyaratkan

Ø Klaim khasiat harus dibuktikan berdasarkan uji klinis

Ø Telah dilakukan standarisasi terhadap bahan baku yang digunakan dalam produk jadi

Ø Memenuhi persyaratan mutu yang berlaku.

Di negara maju, obat herbal sudah sering dijadikan sebagai alternatif dalam mengobati penyakit. Faktor pendorong terjadinya peningkatan penggunaan obat herbal di negara maju adalah usia harapan hidup yang lebih panjang pada saat prevalensi penyakit kronik meningkat, adanya kegagalan penggunaan obat modern untuk penyakit tertentu.

Add a comment Desember 19, 2008

OBAT DIARE

Diare adalah peningkatan volume, keenceran atau frekuensi buang air besar.

Diare yang disebabkan oleh masalah kesehatan biasanya jumlahnya sangat banyak, bisa mencapai lebih dari 500 gram/hari.

Orang yang banyak makan serat sayuran, dalam keadaan normal bisa menghasilkan lebih dari 500 gram, tetapi konsistensinya normal dan tidak cair.

Dalam keadaan normal, tinja mengandung 60-90% air, pada diare airnya bisa mencapai lebih dari 90%.

Pengobatan

Diare merupakan suatu gejala, pengobatannya tergantung pada penyebabnya.

Kebanyakan penderita diare hanya perlu menghilangkan penyebabnya, misalnya permen karet diet atau obat-obatan tertentu, untuk menghentikan diare.

Kadang-kadang diare menahun akan sembuh jika orang berhenti minum kopi atau minuman cola yang mengandung cafein.

Untuk membantu meringankan diare, diberikan obat seperti difenoksilat, codein, paregorik (opium tinctur) atau loperamide.

Kadang-kadang, bulking agents yang digunakan pada konstipasi menahun (psillium atau metilselulosa) bisa membantu meringankan diare.

Untuk membantu mengeraskan tinja bisa diberikan kaolin, pektin dan attapulgit aktif.

Bila diarenya berat sampai menyebabkan dehidrasi, maka penderita perlu dirawat di rumah sakit dan diberikan cairan pengganti dan garam melalui infus.

Selama tidak muntah dan tidak mual, bisa diberikan larutan yang mengandung air, gula dan garam.

Untuk pemilihan golongan obat diare ini yang tepat ada baiknya anda harus periksakan diri dan konsultasi ke dokter.

Uraian obat Diare

  1. RacecordilAnti diare yang ideal harus bekerja cepat, tidak menyebabkan konstipasi, mempunyai indeks terapeutik yang tinggi, tidak mempunyai efek buruk terhadap sistem saraf pusat, dan yang tak kalah penting, tidak menyebabkan ketergantungan. Racecordil yang pertama kali dipasarkan di Perancis pada 1993 memenuhi semua syarat ideal tersebut. Berdasarkan uji klinis didapatkan bahwa anti diare ini memberikan hasil klinis yang baik dan dapat ditoleransi oleh tubuh. Produk ini juga merupakan anti diare pertama yang cara kerjanya mengembalikan keseimbangan sistem tubuh dalam mengatur penyebaran air dan elektrolit ke usus. Selain itu, Hidrasec pun mampu menghambat enkephalinase dengan baik. Dengan demikian, efek samping yang ditimbulkannya sangat minimal.
  2. LoperamideLoperamide merupakan golongan opioid yang bekerja dengan cara emeperlambat motilitas saluran cerna dengan mempengaruhi otot sirkuler dan longitudinal usus. Obat diare ini berikatan dengan reseptor opioid sehingga diduga efek konstipasinya diakibatkan oleh ikatan loperamid dengan reseptor tersebut. Efek samping yang sering dijumpai ialah kolik abdomen, sedangkan toleransi terhadap efek konstipasi jarang sekali terjadi.
  3. NifuroxazideNifuroxazide adalah senyawa nitrofuran memiliki efek bakterisidal terhadap Escherichia coli, Shigella dysenteriae, Streptococcus, Staphylococcus dan Pseudomonas aeruginosa. Nifuroxazide bekerja lokal pada saluran pencernaan.
    • Aktifitas antimikroba Nifuroxazide lebih besar dari obat anti infeksi intestinal biasa seperti kloroyodokuin.
    • Pada konsentrasi encer (1 : 25.000) Nifuroxazide masih memiliki daya bakterisidal.

    Obat diare ini diindikasikan untuk dire akut, diare yang disebabkan oleh E. coli & Staphylococcus, kolopatis spesifik dan non spesifik, baik digunakan untuk anak-anak maupun dewasa.

  4. Dioctahedral smectiteDioctahedral smectite (DS), suatu aluminosilikat nonsistemik berstruktur filitik, secara in vitro telah terbukti dapat melindungi barrier mukosa usus dan menyerap toksin, bakteri, serta rotavirus. Smectite mengubah sifat fisik mukus lambung dan melawan mukolisis yang diakibatkan oleh bakteri. Zat ini juga dapat memulihkan integritas mukosa usus seperti yang terlihat dari normalisasi rasio laktulose-manitol urin pada anak dengan diare akut.

Add a comment Desember 18, 2008

KLASIFIKASI OBAT

Obat adalah benda yang dapat digunakan untuk merawat penyakit, membebaskan gejala, atau memodifikasi proses kimia dalam tubuh.

Obat dapat diklasifikasikan dalam banyak cara, atas dasar mekanisme aksi, efek dan status (legal atau tidak legal).

Add a comment Desember 18, 2008

Halaman

Kategori

Tautan

Meta

Kalender

Oktober 2014
S S R K J S M
« Des    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Posts by Month

Posts by Category

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.